Tuesday, July 19, 2011

sehat itu mahal harganya

Sehat itu mahal harganya...

Itu kata-kata papa saat kami ngobrol panjang di pojok radiologi suatu rumah sakit di kota kami. Yaa, aku dan papa mau memeriksakan keadaan kakiku yang bengkak gara-gara akrobat di depan gedung administrasi waktu aku latihan marching. Hmmm, gak perlu diceritakan deh, yang jelas itu terlihat bodoh.
Apa yang terpikir saat kita sehat? Apa kita jadi terpikir waktu kita sakit? Boro-boro mikir, sempet bersyukur aja enggak. Ya ga guys?
Oke, sehat itu memang sepele.
Aku termasuk orang yang sangat mementingkan kesehatan, dan jadi orang yang sangat bersyukur kalo lagi sehat. Jaman dulu masih tinggal sama orang tua, aku orangnya gampang banget sakit. Bahkan jaman masih kecil aku punya penyakit flek yang mengharuskan minum obat selama dua tahun. Bisa kalian bayangkan, minum obat seperti makanan pencuci mulut tiap habis makan dan itu berlangsung dua tahun...hmmm. setelah beranjak dewasapun kalo musim gak menentu dalam tiga bulan bisa dua kali ke dokter untuk sekedar flu dan batuk yang kambuhan. Jadi ketika sehat aku bener-bener menikmati sekali. Tapi setelah tinggal jauh dari orang tua, entah kekebalan tubuh meningkat atau apa, sekarang jarang banget sakit. Mungkin karena di sini hidup sendiri dan kalo sakit gak ada yang ngurus, jadi aku gak boleh sakit. Hasilnya, badanku cukup tangguh untuk gak jatuh sakit meskipun diterpa musim yang gak menentu. Bahkan dijemur di bawah terik mataharipun gak akan membuatku tepar. Dan itu juga yang sekarang bikin aku lupa kalo sehat itu mahal harganya...

aku kembali sadar waktu aku jatoh dan bikin kakiku bengkak. mungkin kalo langsung dapet P3K mungkin gak akan separah itu, tapi berhubung gak langsung ditangani (jangan tanya kenpapa) hampir 2 minggu lebih kakiku gak kempes. karena mama khawatir, hmmm... tau kan bagaimana rasanya punya orang tua yang pikirannya imajinatif, mama langsung memaksaku untuk rontgent. takutnya kenapa-napa sama kakiku. terlebih aku seorang player marching. kaki adalah aasetku...

aku cuma rontgent, dan di bebat perban elastis, trus dikasih obat tapi aku harus bayar 300 ribu untuk kakiku... oh GOd. kalo waktu itu langsung aku urut mungkin cuma keluar duit 30 ribu buat bayar tukang pijet... memang sehat itu mahal.

No comments:

Post a Comment